Suami Tidak Hanya Wajib Memberi Nafkah Materi
PEMBUKA
Rubrik konsultasi ini diasuh oleh Kyai Pamungkas dan Aby Marnos dari Peguron Sapujagad. Pembahasan ini mengulas peran suami dalam rumah tangga yang tidak hanya terbatas pada nafkah materi, tetapi juga mencakup sikap, perasaan, dan tanggung jawab batin.
PERTANYAAN
Saya menikah dengan laki-laki yang lebih tua dua puluh tahun. Ia tidak pelit dalam hal materi dan tidak menyakiti secara fisik, tetapi sikapnya dingin, ucapannya tidak menyenangkan, dan saya merasa seperti tidak dianggap. Apakah suami cukup hanya dengan memberi nafkah materi? Apakah perasaan dan kebutuhan batin juga diatur dalam Islam?
JAWABAN
Alhamdulillaah wash shalaatu was salaamu ‘alaa Rasulillaah wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam wa ba’du. Nafkah materi seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal memang merupakan kewajiban suami. Namun, itu bukan satu-satunya kewajiban. Islam juga memerintahkan suami untuk mempergauli istrinya dengan cara yang baik, penuh kelembutan, dan kasih sayang.
Allah SWT menjadikan pernikahan sebagai sarana menghadirkan ketenangan, cinta, dan kasih sayang. Artinya, hubungan suami istri tidak boleh kering dari perhatian, komunikasi, dan perasaan. Sikap kasar, ucapan yang menyakitkan, atau ketidakpedulian termasuk hal yang bertentangan dengan tujuan pernikahan dalam Islam.
Para ulama, seperti Imam al-Ghazali, menegaskan bahwa memperlakukan istri dengan baik bukan hanya tidak menyakiti secara fisik, tetapi juga menjaga perasaannya, bersabar, dan menghadirkan kebaikan dalam interaksi sehari-hari.
ANALISIS
Banyak orang memahami kewajiban suami hanya sebatas materi. Padahal, kebutuhan emosional dan batin istri sama pentingnya. Ketika aspek ini diabaikan, hubungan menjadi hambar, bahkan dapat menimbulkan tekanan psikologis dalam rumah tangga.
SOLUSI
Bangun komunikasi yang jujur dengan suami. Sampaikan kebutuhan Anda dengan cara yang baik. Suami perlu belajar menunjukkan perhatian, kelembutan, dan empati. Rumah tangga yang sehat dibangun dari keseimbangan antara materi dan kasih sayang.
FAQ
APAKAH NAFKAH MATERI SAJA SUDAH CUKUP?
Tidak. Islam juga mewajibkan suami memperlakukan istri dengan baik secara emosional dan batin.
APAKAH SIKAP DINGIN TERMASUK KESALAHAN?
Ya, jika menyebabkan istri tersakiti dan merasa diabaikan, maka itu bertentangan dengan prinsip mu’asyarah bil ma’ruf (memperlakukan dengan baik).
BAGAIMANA CARA MEMPERBAIKINYA?
Dengan komunikasi, saling memahami, dan kesadaran bahwa pernikahan adalah hubungan emosional, bukan sekadar kewajiban materi.
KESIMPULAN
Suami tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi. Ia juga wajib memberikan kasih sayang, perhatian, dan sikap yang baik kepada istrinya. Dengan keseimbangan ini, rumah tangga akan menjadi tempat yang penuh ketenangan dan keberkahan.
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098
